MENAWARKAN PRODUK DAN LAYANAN LINGKUNGAN

Group

DIPERCAYA OLEH BANYAK INSTANSI PEMERINTAH MAUPUN SWASTA

0 +
Projek Pemerintah
0 +
Projek Swasta
0 +
Sertifikasi
0 %
Pelanggan Puas

Survey, Pemetaan dan Pengukuran

1. Survey Topografi
Survey topografi atau disebut juga pemetaan adalah suatu teknik pengukuran untuk menentukan sebuah posisi atau tanda yang terjadi secara alami atau buatan manusia diatas permukaan tanah. Survey Topografi dilakukan dengan berbagai tujuan diantaranya untuk mencapai perencanaan konstruksi, perizinan, mengetahui luas area dan kebutuhan lainnya. Selain itu pengukuran topografi juga sering dipakai untuk mendapatkan kontur medan (terrain). Pada pengukuran tersebut akan dilakukan sebuah perekaman data menggunakan instrumen yang diperlukan untuk menggambar peta topografi. Gambar topografi memuat gabungan data, seperti pepohonan, benda-benda di atas permukaan, atau objek lainnya.

2. Survey Bathimetri
Survey batimetri adalah kegiatan pemetaan air, pengumpulan data, kondisi perairan. Data pemeruman kemudian diolah, dievaluasi dan disajikan dalam bentuk buku, peta laut serta informasi mengenai kelautan lainnya. Produk ini selanjutnya digunakan untuk kepentingan pembangunan, pemodelan hidrodinamika dan sebagainy. Survey ini bertujuan untuk mendapatkan data suatu kedalaman ataupun topografi dasar laut, termasuk lokasi dan luasan obyek-obyek di dalamnya. Pengukuran batimetri bawah laut biasanya menggunakan metode sederhana, dengan memancarkan sinyal ke dasar laut dan sinyal yang akan dipantulkan oleh obyek di bawah laut akan di rekam oleh sensor penerima sebagai nilai kedalaman. nilai kedalaman ini yang akan di petakan karena memiliki unsur lokasi x dan y sehingga dapat diproses menjadi peta kontur bawah laut. Output / Hasil Proyek Survei Batimetri yang antara lain: Data Pengukuran Batimetri, Peta Kontur Bawah Laut, Model 3D, Peta PDF Terskala, Data GIS dan DWG

3. Survey Terumbu Karang, Lamun dan Mangrove
Survey terumbu karang, lamun dan mangrove menjadi penting untuk keperluan studi dan perencanaan pembangunan. Karena merupakan parameter yang penting untuk mengetahui kondisi lingkungan pada suatu wilayah perairan. Keberadaan terumbu karang, lamun dan mangrove sedapat mungkin tidak boleh berkurang. Sehingga diperlukan survey detail dan mendalam untuk menghitung populasi terumbu karang, lamun dan mangrove secara berkala. Jasa survey yang disediakan oleh PT Mitra Hijau Indonesia, melakukan analisa terumbu karang, lamun, mangrove serta flora/fauna bawah air lainnya dengan metode pemetaan berupa petak atau jalur, sesuai dengan kebutuhan dan kedalaman survey. PT Mitra Hijau Indonesia didukung oleh tim penyelam terlatih yang bersertifikat dalam pelaksanaan pekerjaan survey bawah air.

4. Survey Geolistrik
Survei Geolistrik & Logging merupakan survei yang bertujuan untuk mengetahui sifat kelistrikan batuan bawah permukaan. Tujuan dari pengukuran geolistrik & logging adalah mengetahui resistivitas batuan sehingga bisa diketahui jenis batuan dibawah permukaan, seberapa besar potensi air tanah, potensi mineral dan tebal lapisan sedimen untuk pertambangan, konstruksi sumur bor, dan dapat digunakan juga untuk grounding. Data hasil pengukuran geolistrik dikorelasikan dengan data geologi regional & lokal, hidrogeologi dan cekungan air tanah dari daerah pengukuran, sehingga hasil geolistrik yang didapat lebih akurat. PT Mitra Hijau Indonesia dengan didukung oleh tim geolog handal, menyediakan jasa survey geolistrik diseluruh Indonesia. Pekerjaan geolistrik banyak dilakukan pada kegiatan studi, perencanaan, maupun kajian lingkungan hidup.

5. Survey Sosial, Ekonomi dan Budaya
Survey sosial ekonomi dan budaya, dapat berupa berbagai bentuk keluaran sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa. Beberapa jenis survey sosekbud yang umum dilakukan oleh PT Mitra Hijau Indonesia, antara lain:

  1. SROI (Social Return on Investment), adalah merupakan sebuah kajian yang mengukur dampak manfaat dari sebuah kegiatan/project dengan mengurangi ketidaksetaraan (inequality), mengurangi degradasi lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan dengan menggabungkan dana dan manfaat dari aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Terdapat dua tipe dari SROI, yaitu, SROI evaluatif dan SROI Prakiraan (forecast). SROI evaluatif dilakukan dengan melihat kejadian di masa lampau dan berdasarkan hasil aktual yang telah terjadi. Sedangkan SROI prakira adalah kegiatan memperkirakan berapa banyak nilai sosial yang akan dibuat jika kegiatan memenuhi hasil yang diinginkan.
  2. Social Mapping,
    Merupakan upaya untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dan pengaruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan sosial politik dan sosial budaya. Metode yang digunakan dalam Social Mapping ini adalah dengan kuesioner dan wawancara secara langsung, untuk kemudian dianalisis dan didapatkan gambaran kondisi sosial yang sebenarnya.
  3. Social Baseline Study,
    Social Baseline Studi adalah penelitian sosial yang harus dimulai pada awal proyek dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masyarakat lokal, termasuk lingkungan sosial dan ekonomi mereka. Sebuah baseline study akan menandai kekhawatiran tentang suatu proyek dan juga menunjukkan potensi dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan oleh suatu proyek. Social baseline study membantu mencegah banyak masalah termasuk: meremehkan risiko proyek, dampak terhadap masyarakat dan kegagalan untuk berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi.

6. Survey Biodiversitas
Penyebab utama penurunan keanekaragaman hayati pada suatu bentang alam adalah kegiatan konversi lahan ke jenis penggunaan lain yang intensif dan cenderung monokultur. Keanekaragaman hayati memiliki peran yang penting untuk menjaga keberlangsungan suatu ekosistem, hanya saja tekanan ekonomi seringkali mengurangi tingkat penghargaan manusia terhadap peran keanekaragaman hayati. Survey biodiversitas memiliki banyak tujuan seperti:

  • Mengetahui keberadaan jenis satwa liar dan vegetasi, penyebaran dan statusnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Indonesia, CITES, dan IUCN.
  • Memperoleh data dan informasi tentang keanekaragaman jenis vegetasi dan satwaliar
  • Memperoleh data tentang populasi suatu jenis satwa liar.
  • Memperoleh data tentang kesamanan komunitas antara tipe habitat.
  • Studi keanekaragaman hayati pada suatu wilayah.
  • Menentukan area HCV (High Conservation Value) dan HCS (High Carbon Stock).

Tertarik dengan layanan kami?

Konsultasi sekarang

Kontak
vector

PT MITRA HIJAU INDONESIA

CONNECT

admin@mitrahijauindonesia.com
marketing@mitrahijauindonesia.com

+62​81359795565
szutestmarkalar lekesiz 26
szutestbrands darkbg iso14001
szutestbrands darkbg iso9001

© all rights reserved – simetrie

EnglishIndonesian