

Simulasi dan pemodelan merupakan metode yang banyak digunakan untuk prakiraan dampak lingkungan dari usaha atau kegiatan. Model adalah representasi dari sistem nyata yang disederhanakan. Sedangkan simulasi merupakan tiruan proses yang terdapat dalam sistem nyata, dengan menggunakan model untuk memahami bagaimana sistem tersebut bekerja. Jasa simulasi dan pemodelan yang disediakan oleh PT Mitra Hijau Indonesia, umumnya digunakan terintegrasi dengan dokumen lingkungan (AMDAL, Audit Lingkungan, UKL-UPL, studi kelayakan dll) maupun berdiri sendiri sebagai bentuk analisis terhadap suatu issue lingkungan dan Persetujuan Teknis dibidang lingkungan
1. Aermod View
Aermod merupakan sebuah model dispersi udara yang dikembangkan oleh U.S. EPA (Environmental Protection Agency) untuk memprediksi penyebaran polutan di udara. Aermod sangat membantu dalam penyelesaian studi di PT Mitra Hijau Indonesia. Fungsi Utama AERMOD View adalah menghitung sebaran konsentrasi polutan dari sumber emisi seperti cerobong pabrik, area terbuka, atau sumber bergerak, serta dapat memprediksi konsentrasi polutan di titik-titik tertentu dan membandingkannya dengan baku mutu udara. Hasil output dari pemodelan ini akan menyajikan peta kontur penyebaran polutan (concentration contour maps) dilengkapi dengan grafik, tabel yang memudahkan analisis data
2. Modflow
Modflow merupakan sebuah software pemodelan yang dikembangkan oleh U.S. Geological Survey (USGS) untuk mensimulasikan aliran air tanah (groundwater flow) dalam media berpori tiga dimensi. Modflow sangat terkenal di bidang hidrogeologi karena menjadi standar internasional untuk pemodelan air tanah. Untuk menjalankan software ini diperlukan data input berupa data geologi (permeabilitas, porositas), data hidrologi (muka air tanah, recharge, debit pompa) dan kondisi batas (boundary conditions). Sedangkan output dari pemodelan ini adalah peta kontur muka air tanah, laju aliran antar sel/grid serta distribusi drawdown (penurunan muka air tanah). Beberpa kajian lingkungan memerlukan Modflow untuk memperkirakan dampak lingkungan seperti Studi AMDAL terkait proyek yang memengaruhi air tanah, Perencanaan pengelolaan air di daerah rawan kekeringan, Studi intrusi air laut di wilayah pesisir dan Perhitungan remediasi pencemaran.
3. ArcGis/QGIS
ArcGIS adalah perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) komersial yang dikembangkan oleh Esri (Environmental Systems Research Institute). QGIS (Quantum GIS) adalah perangkat lunak Sistem Informasi Geografis open-source dan gratis yang dapat digunakan di berbagai sistem operasi perangkat lunak. Beberapa kegunaan software tersebut adalah
4. MIKE 21
MIKE 21 adalah perangkat lunak pemodelan hidrodinamika dua dimensi (2D) yang dikembangkan oleh DHI (Danish Hydraulic Institute).
Software ini digunakan untuk mensimulasikan pergerakan air, gelombang, arus, sedimentasi, kualitas air, dan proses lingkungan lainnya di perairan seperti laut, teluk, sungai, muara, dan danau. Fungsi utama sofware MIKE 21
5. Plaxis
PLAXIS adalah perangkat lunak berbasis Finite Element Method (FEM) yang digunakan untuk analisis geoteknik dan rekayasa tanah. Fungsi dari software Plaxis dapat membantu dalam analisis stabilitas lereng, pemodelan galian & terowongan, dapat melakukan pemodelan terhadap desain pondasi, membatu dalam analisis perkuatan tanah dan smulasi gempa atau getaran pada struktur dan tanah. Penggunaan software ini sangat cocok untuk digunakan dalam studi lingkungan pembangunan gedung ataupun terowongan, sehingga output kajian yang diharapkan mampu meminimalisir dampak negatif dari kegiatan pembangunan tersebut.