1. Survey Topografi
Survey topografi atau disebut juga pemetaan adalah suatu teknik pengukuran untuk menentukan sebuah posisi atau tanda yang terjadi secara alami atau buatan manusia diatas permukaan tanah. Survey Topografi dilakukan dengan berbagai tujuan diantaranya untuk mencapai perencanaan konstruksi, perizinan, mengetahui luas area dan kebutuhan lainnya. Selain itu pengukuran topografi juga sering dipakai untuk mendapatkan kontur medan (terrain). Pada pengukuran tersebut akan dilakukan sebuah perekaman data menggunakan instrumen yang diperlukan untuk menggambar peta topografi. Gambar topografi memuat gabungan data, seperti pepohonan, benda-benda di atas permukaan, atau objek lainnya.
2. Survey Bathimetri
Survey batimetri adalah kegiatan pemetaan air, pengumpulan data, kondisi perairan. Data pemeruman kemudian diolah, dievaluasi dan disajikan dalam bentuk buku, peta laut serta informasi mengenai kelautan lainnya. Produk ini selanjutnya digunakan untuk kepentingan pembangunan, pemodelan hidrodinamika dan sebagainy. Survey ini bertujuan untuk mendapatkan data suatu kedalaman ataupun topografi dasar laut, termasuk lokasi dan luasan obyek-obyek di dalamnya. Pengukuran batimetri bawah laut biasanya menggunakan metode sederhana, dengan memancarkan sinyal ke dasar laut dan sinyal yang akan dipantulkan oleh obyek di bawah laut akan di rekam oleh sensor penerima sebagai nilai kedalaman. nilai kedalaman ini yang akan di petakan karena memiliki unsur lokasi x dan y sehingga dapat diproses menjadi peta kontur bawah laut. Output / Hasil Proyek Survei Batimetri yang antara lain: Data Pengukuran Batimetri, Peta Kontur Bawah Laut, Model 3D, Peta PDF Terskala, Data GIS dan DWG
3. Survey Terumbu Karang, Lamun dan Mangrove
Survey terumbu karang, lamun dan mangrove menjadi penting untuk keperluan studi dan perencanaan pembangunan. Karena merupakan parameter yang penting untuk mengetahui kondisi lingkungan pada suatu wilayah perairan. Keberadaan terumbu karang, lamun dan mangrove sedapat mungkin tidak boleh berkurang. Sehingga diperlukan survey detail dan mendalam untuk menghitung populasi terumbu karang, lamun dan mangrove secara berkala. Jasa survey yang disediakan oleh PT Mitra Hijau Indonesia, melakukan analisa terumbu karang, lamun, mangrove serta flora/fauna bawah air lainnya dengan metode pemetaan berupa petak atau jalur, sesuai dengan kebutuhan dan kedalaman survey. PT Mitra Hijau Indonesia didukung oleh tim penyelam terlatih yang bersertifikat dalam pelaksanaan pekerjaan survey bawah air.
4. Survey Geolistrik
Survei Geolistrik & Logging merupakan survei yang bertujuan untuk mengetahui sifat kelistrikan batuan bawah permukaan. Tujuan dari pengukuran geolistrik & logging adalah mengetahui resistivitas batuan sehingga bisa diketahui jenis batuan dibawah permukaan, seberapa besar potensi air tanah, potensi mineral dan tebal lapisan sedimen untuk pertambangan, konstruksi sumur bor, dan dapat digunakan juga untuk grounding. Data hasil pengukuran geolistrik dikorelasikan dengan data geologi regional & lokal, hidrogeologi dan cekungan air tanah dari daerah pengukuran, sehingga hasil geolistrik yang didapat lebih akurat. PT Mitra Hijau Indonesia dengan didukung oleh tim geolog handal, menyediakan jasa survey geolistrik diseluruh Indonesia. Pekerjaan geolistrik banyak dilakukan pada kegiatan studi, perencanaan, maupun kajian lingkungan hidup.
5. Survey Sosial, Ekonomi dan Budaya
Survey sosial ekonomi dan budaya, dapat berupa berbagai bentuk keluaran sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa. Beberapa jenis survey sosekbud yang umum dilakukan oleh PT Mitra Hijau Indonesia, antara lain:
6. Survey Biodiversitas
Penyebab utama penurunan keanekaragaman hayati pada suatu bentang alam adalah kegiatan konversi lahan ke jenis penggunaan lain yang intensif dan cenderung monokultur. Keanekaragaman hayati memiliki peran yang penting untuk menjaga keberlangsungan suatu ekosistem, hanya saja tekanan ekonomi seringkali mengurangi tingkat penghargaan manusia terhadap peran keanekaragaman hayati. Survey biodiversitas memiliki banyak tujuan seperti: