Women in Engineering Day

  Katanya tugas perempuan itu tidak jauh dari urusan rumah tangga, kalau nggak kasur, dapur, ya sumur. Sehingga dari situ banyak anggapan di tengah masyarakat bahwa seorang perempuan tidak perlu sekolah yang tinggi-tinggi, apalagi mempunyai cita-cita yang tinggi. Dalam kehidupan, terlebih bagi mereka yang telah mengalami pernikahan, seringkali kita temui budaya patriarki yang seolah-olah telah menempatkan perempuan di posisi setelah laki-laki, perempuan tidak boleh lebih sukses dan dominan daripada laki-laki. Padahal, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pada Pasal 15 menyebutkan bahwa “Setiap orang berhak memperjuangkan hak pengembangan dirinya, baik secara pribadi maupun kolektif, untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya”. Artinya, negara pun telah mengakui bahwa tidak ada batas diantara laki-laki maupun perempuan, kesetaraan posisi dalam gender perlu untuk diperjuangkan di dalam kehidupan.

  Kini zaman sudah berubah, maka sudah seharusnya pemikiran kita juga berubah. Akses pendidikan kini terbuka lebar dan baik laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama untuk pendidikan tersebut, tidak ada batasan bagi siapapun untuk berkembang dan bermimpi setinggi-tingginya. Sehingga pada tanggal 23 Juni 2022 yang bertepatan dengan ‘International Women in Engineering Day’, hari dimana perempuan-perempuan di dunia mengkampanyekan sosok perempuan di dunia keinsinyuran dan membuka gambaran tentang peluang karir di dunia industri. Sebab apabila dalam dunia profesi keinsinyuran biasanya didominansi oleh laki-laki, maka ‘International Women in Engineering Day’ menampakkan pandangan yang berbeda. Sehingga perempuan bisa memperjuangkan hak yang sama dengan laki-laki dan bebas dalam mengekspresikan apa yang bisa mereka lakukan dan apa yang mereka inginkan terlebih dalam dunia engineering.

  Di era seperti sekarang ini, peran perempuan dan kemampuannya dalam bersaing dengan laki-laki sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Perempuan tidak harus memilih antara pekerjaan atau rumah tangga. Bukan berarti perempuan yang sukses dalam pekerjaan, maka mereka tidak bisa diandalkan dalam kehidupan berkeluarga. Perempuan bisa dengan hebat menjalani keduanya, pekerjaan tidak mempengaruhi tanggung jawabnya dalam rumah tangga. Namun, banyak perempuan di luar sana takut dan enggan untuk masuk ke dunia pekerjaan terutama dalam bidang engineering karena adanya dilema bias dan stereotipe gender, bahwa engineering adalah untuk laki-laki. Padahal sesungguhnya profesi ini bisa dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu bagi perempuan, tidak ada yang perlu ditakuti, sebab stereotipe tersebut justru akan terus mengakar apabila kita tidak berani untuk menerobosnya. Terlebih banyak perusahaan saat ini yang membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarir dan menggapai mimpinya, seperti di dunia engineering, dan tentunya tidak terbatas hanya untuk laki-laki saja. Banyak perusahaan yang menempatkan perempuan di posisi engineering seperti HSE, Sustainability, Mechanical, dan Electrical Engineer, serta masih banyak lagi posisi yang bisa ditempati oleh para perempuan untuk bisa mengembangkan dirinya di dunia industri. Selain itu, banyak juga perempuan di luaran sana yang memang menjadikan karirnya sebagai tempat untuk bertahan hidup bahkan menghidupi keluarganya.

  Sebagaimana halnya di PT Mitra Hijau Indonesia (MHI). Sebagai perusahaan konsultan teknis di bidang lingkungan hidup yang berdiri sejak tahun 2006 di Kota Surabaya, perusahaan ini menempatkan tolak ukur atau indikator kapabilitas dan kompetensi seseorang menjadi hal yang utama, bukan pada gender yang dimilikinya. Sebab banyak contoh di luar sana, perempuan-perempuan hebat dan inspiratif di dunia engineering yang mampu membuktikan bahwa gender seseorang bukanlah ukuran dari kemampuan seseorang. Sebut saja 3 tokoh perempuan inspiratif seperti Edith Clarke, perempuan kelahiran Maryland tahun 1883 yang memiliki begitu banyak pencapaian yang terentang dari bidang matematika hingga teknik. Kemudian Yvonne Young Clark, seorang pionir insinyur dan ilmu pengetahuan yang lahir pada tahun 1923 di Texas yang merupakan perempuan pertama yang meraih Bachelor of Science di bidang teknik industri di Universitas Howard pada tahun 1951. Selanjutnya sosok Mary Anderson, yang sampai saat ini karyanya masih terus digunakan. Ia mematenkan temuannya berupa windshield wiper pada tahun 1903 dan sepuluh tahun kemudian pada 1913, windshield wiper adalah perlengkapan standar yang harus ada pada mobil, dan itu berlaku hingga sekarang [1].

  Di Indonesia sendiri, tokoh perempuan yang berkarir di dunia engineering juga tidak kalah banyaknya. Keberanian mereka dalam mengejar karir di dunia engineer patut untuk dijadikan inspirasi. Beberapa diantaranya seperti Alia Sandra, ia merupakan sosok perempuan inspiratif di balik canggihnya MRT Jakarta, ia mengambil studi di Central Queensland University, Australia, dan mengambil jurusan Railway Signalling and Telecommunication, Railroad and Railway Transportation. Menurutnya, para perempuan muda yang ingin berkarir di engineering, harus memiliki keberanian untuk membuktikan kemampuan pribadi, rasa ingin tahu untuk mencoba hal baru, dan mampu berkolaboratif yaitu dengan membangun jaringan, berbagi wawasan, dan pandai mencari peluang. Kemudian Silvia Halim, yang merupakan Direktur konstruksi PT MRT Jakarta, ia merupakan lulusan Teknik Sipil Nanyang Technological University. Selanjutnya ada Moorissa Tjokro, Autopilot Software Engineer asal Indonesia yang bekerja untuk perusahaan start-up mobil listrik asal Amerika Serikat, yakni Tesla [2]. Dari tokoh-tokoh perempuan inspiratif tersebut telah mambuktikan bahwa kehadiran perempuan sangat penting dan mempunyai peran yang besar dalam pengembangan dunia industri. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengatakan bahwa perempuan masih kalah dari laki-laki. Dunia engineering tidak hanya untuk laki-laki.

Refrensi:

Mitra Hijau Indonesia – Konsultan Lingkungan Hidup Surabaya

vector

PT MITRA HIJAU INDONESIA

CONNECT

adminmhi@gmail.com
+62​81359795565
szutestmarkalar lekesiz 26
szutestbrands darkbg iso14001
szutestbrands darkbg iso9001

© all rights reserved – simetrie

EnglishIndonesian